Kamis, 17 November 2011

Monster Hijau yg Baik Hati

Lonceng tanda pulang sekolah berbunyi nyaring. Murid-murid segera berhamburan ke luar kelas. Nina,Wita,dan Dewi berjalan beriringan.
" Hari ini sangat panas,ya!" kata Nina.
"Iya. Yuk,cari tempat berteduh sambil menunggu mobil jemputan datang,
" kata Wita."Hei, kita berteduh di sana,yuk! Di bawah pohon itu!" kata Dewi sambil menunjuk sebuah pohon rindang.
 "Ayo!" jawab Nina dan Wita. Kemudian, ketiganya bergegas menuju sebuah pohon besar.
 "Huaaah...di sini baru enak. Tidak kepanasan lagi,deh," kata Wita.
"Eh,teman-teman,sepertinya pohon ini sudah tua,ya.Lihat saja, batangnya sangat besar. Dan,bentuknya seperti monster! Hehehe...," kata Dewi.
 "Walau sudah tua, pohon ini melindungi kita dari panasnya sinar matahari," kata Nina. "Terima kasih, Monster Hijau yg baik hati! Kamu telah melindungi kami ," kata Dewi. Nina dan Wita tersenyum geli melihat tingkah Dewi.  Tak lama,mobil jemputan datang. Ketiganya segera menaiki mobil. Selama perjalanan,mereka membicarakan pohon besar tadi. Setelah beberapa lama,Nina turun lebih dulu karena rumahnya lebih dekat dibandingkan dengan kedua temannya.
 "Assalamu 'alaikum!" salam Nina. "Wa'alaikum salam," jawab ibu. "Ugh...sangat panas di luar,Bu," kata Nina.
"Memang,sekarang udara panas sekali.Untungnya,di sekitar rumah kita banyak pohon. Jadi,tidak terlalu panas," kata ibu. "Ternyata,pohon sangat besar manfaatnya,ya,Bu," kata Nina.
"Betul,sayang. Pohon membuat udara menjadi bersih dan segar. Makanya,kita harus menyayangi pohon-pohon yg ada di sekitar kita," kata ibu.

         " Pohon juga dapat melindungi kita dari panas,ya,Bu!" kata Nina.
"Betul,sayang," jawab ibu. "Tadi,Nina dan teman-teman berlindung di bawah pohon yg besar.Pohonnya seperti monster,lho,Bu! Tapi,Nina dan teman-teman jadi terlindung dari panas matahari," kata Nina senang.
     "Seperti monster? Hehehe ...anak Ibu ada-ada saja," kata ibu."Benar,Bu, karena batangnya besar dan akarnya berbentuk aneh,sih.Hehehe...," kata Nina. "Ya sudah. Sekarang,ganti pakaian.
Sayur bayam kesukaanmu sudah Ibu siapkan," kata ibu.
      "Baik,Bu!" kata Nina dengan penuh semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar